Mikrotik merupakan salah satu system operasi yang berbasis linux. Dibandingkan dengan distro linux yang lain, sistem operasi ini lebih menitikberatkan pada mengorganisasi sebuah jaringan computer.

Beberapa fitur yang disediakan oleh mikrotik, yaitu:

- Firewall

- Bandwidth management

- Routing dan nat policy

- Konfigurasi load balancing

- Dan masih banyak fungsi lainnya

Pada awal perkembangannya mikrotik ini masih dalam bentuk iso. Kita dapat mengambil iso tersebut dengan mendownload pada website resmi mikrotik atau dapat juga melalui sumber-sumber lain. Kemudian iso ini di-burn pada cdrom dengan menggunakan program burner (misalnya nero, dll). Selanjutnya barulah kita dapat menginstal system operasi ini pada harddisk dengan menggunakan cdrom yang telah di-burn tadi. Kekurangan menggunakan iso ini adalah pada saat proses instalasi syarat yang diminta diantaranya harus menggunakan hard disk parallel ata / IDE, karena mikrotik tidak mengenal hard disk SATA. Disamping itu tidak semua merk LAN Card dapat dikenali oleh system operasi ini.

Sebagai alternative lain, kemudian mikrotik mengeluarkan produk Disk On Module (DOM). DOM merupakan sebuah perangkat seukuran memory notebook yang di dalamnya sudah berisi system operasi mikrotik. Perangkat ini ditempatkan pada slot IDE harddisk. Kekurangan produk ini yaitu juga tidak semua merk LAN Card dapat dikenali. Disamping itu jika kita ingin memindahkan perangkat tersebut dari satu motherboard (karena motherboard tersebut sudah rusak) ke motherboard yang lain, kita harus membeli lisensi kembali.

Disamping itu mikrotik juga mengeluarkan produk lain, yang diberi nama dengan RouterBoard (RB). Perangkat ini berbentuk kotak namun di dalamnya sudah berisi system operasi mikrotik. Perangkat ini memiliki power supply sendiri berupa adaptor 24 volt. Keunggulan dari produk ini yaitu seluruh port Ethernet sudah dijamin terbaca oleh system operasi mikrotik. Disamping itu karena untuk proses kinerjanya menggunakan chipset (tidak menggunakan hard disk) kita tidak perlu khawatir bahwa system operasi tersebut akan mudah crash atau error.

Saat ini mikrotik sudah mengeluarkan produk RouterBoard 750. Salah satu keunggulan produk ini yaitu keempat port Ethernet yang terdapat pada perangkat ini dapat difungsikan sebagai switch. Sehingga bila menggunakan perangkat ini juga menghemat biaya untuk pembelian switch.

Mikrotik RouterBoard 750

Bagi yang ingin mencoba produk ini terutama yang berdomisili di Banda Aceh dan sekitarnya dapat menghubungi saya via sms ke nomor 081973987187 atau melalui fasilitas yahoo messenger dengan id : nazloen

Hampir sebagian pelanggan ISP bertanya demikian pada saat dia memutuskan memasang internet di rumah dan berkonsultasi dengan bagian pemasaran atau bahasa pergaulannya marketing. Padahal biaya yang saya keluarkan sudah cukup banyak, untuk biaya instalasi, settingan komputer, serta biaya tiang 8 meter, dll. Mengapa saya harus mengeluarkan biaya lagi? Demikianlah sekelumit pertanyaan yang timbul pada pelanggan yang hendak berlangganan internet.

Mungkin kalau anda hanya menggunakan 1 laptop atau 1 komputer hal tersebut tidak menjadi masalah, alias anda tidak perlu membeli router. Namun bila keluarga anda juga ingin menggunakan internet atau tiba-tiba teman anda bertandan ke rumah dengan alasan ingin bersilaturrahmi dengan anda namun sebenarnya ingin chatting dengan pacarnya yang berada di luar negeri, relakah anda berbagi laptop atau komputer yang anda gunakan dengannya? Saya yakin jawabannya pasti tidak!!! Kecuali teman anda seorang wanita dan anda seorang laki-laki, atau kebalikannya, jawabannya pasti bersedia.

Baiklah, daripada saya dianggap tukang jual obat, jadi saya langsung pada pokok permasalahan. Mengapa kita harus membeli router?

Sebagaimana anda maklumi, pada saat anda memutuskan memasang internet, anda akan diberikan sebuah IP. Nah lho ini dia… Apakah itu ip? IP itu bukanlah Indeks Prestasi yang sering digunakan oleh mahasiswa sebagai parameter mengukur tingkat prestasi seorang mahasiswa. Tapi satu kumpulan angka yang menyatakan identitas suatu perangkat dalam sebuah jaringan. Jadi bila anda berlangganan internet dari sebuah isp,  maka secara otomatis anda terhubung dalam sebuah jaringan besar. Di dalam jaringan tersebut pengguna internet yang lain tidak mengetahui nama anda, apakah nama anda berawalan huruf a atau z atau x, dsb. Namun yang mereka kenali anda menggunakan ip sekian… sekian….

Sampai dengan saat saya membuat tulisan ini, saya masih menggunakan Ipv4 dengan format x.x.x.x. Contohnya 192.168.1.2. Di sini saya tidak akan membahas terlalu dalam mengenai apa itu ip. Anda dapat mencarinya menggunakan mesin pencari google. Sebagai informasi tambahan, pada saat ini beberapa provider besar sudah menggunakan Ipv6.

Nah, sekarang baru saatnya saya fokuskan pada pokok permasalahan mengapa kita butuh router. Sebenarnya fungsi router itu lumayan banyak, namun pada pembahasan kali ini saya hanya memfokuskan pada sisi pelanggan.

Sehubungan alokasi Ipv4 semakin hari semakin berkurang, maka setiap isp mengambil langkah kebijakan setiap pelanggan secara default (normal) hanya mendapat 1 ip. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana misalnya kalau di tempat pelanggan tersebut yang ingin menggunakan koneksi internet lebih dari satu orang? Untuk menjawab tersebut maka dari pihak marketing menyarankan membeli router.

Mengapa harus membeli router? Hal ini dijawab karena salah satu fungsi router yaitu mendukung penyaluran akses internet dengan menggunakan ip selain ip yang disediakan oleh isp.  Ip ini biasanya disebut dengan ip privat. Contohnya ip yang disediakan oleh isp bersangkutan 119.252.130.8 dengan subnet mask 255.255.255.252, adapun ip privat misalnya 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0

Mungkin dari penjelasan di atas timbul lagi pertanyaan, apakah saya tidak bisa menggunakan ip yang telah disediakan isp tersebut? Kenapa saya harus menggunakan ip lain? Jadi tambah bingung… jawabannya seperti yang telah dijelaskan di atas juga J, kalau anda hanya menggunakan komputer untuk kebutuhan anda sendiri, anda dapat menggunakan ip yang telah disediakan oleh isp. Namun bila anda hendak berbagi koneksi dengan teman anda, tentu saja anda harus menyiapkan tambahan ip untuk teman anda, dan berdasarkan kebijakan isp yang bersangkutan hal tersebut tidak mudah diberikan. Solusinya ya anda harus menyediakan satu perangkat lagi supaya anda bisa memberikan ip buat teman anda, yaitu router.

Sebelum mengakhiri artikel saya ini mungkin ada baiknya saya menjelaskan sedikit mengenai subnet mask yang telah saya sebutkan di atas. Mungkin hanya penjelasan singkat saja dan itu mengarah kepada subnet mask ip private.

Salah satu fungsi subnet mask adalah menunjukkan berapa orang dapat menggunakan koneksi internet. Apabila anda menggunakan subnet mask seperti di atas, maka layanan internet yang melalui router dapat digunakan sampai 254 orang. Namun kalau anda menginginkan hanya 6 orang saja yang dapat menggunakan layanan internet di tempat anda maka anda dapat menggunakan subnet mask 255.255.255.248.

Demikian sekelumit penjelasan yang dapat saya sampaikan. Mudah-mudahan bermanfaat.

Banyak kelebihan yang dapat kita temukan bila menggunakan linux. Salah satunya dalam hal memanipulasi cd. Manipulasi di sini dimaksudkan bagaimana cara memberi perlakuan terhadap sebuah cd.

Biasanya kalau menggunakan windows, kita menggunakan software tambahan (umumnya nero) yang sudah dilengkapi dengan graphic user interface (GUI) yang user friendly sehingga memudahkan pekerjaan kita. Di linux pun sebenarnya memiliki software yang berbasis GUI, seperti K3B untuk memanipulasi cd. Sehingga bagi para pemula (newbie) gak perlu takut buat nyoba-nyoba linux. Tapi buat sysadmin, apalagi sering menggunakan distro linux server pasti tak terhindarkan menggunakan blank screen, yang nampak cuma lambang $ atau # sehingga mau tak mau harus menghapal shell command.

Perintah-perintah yang saya kemukakan di sini masih dasar, dan hanya mencakup perlakuan kita terhadap iso image linux. Beberapa perintah yang dapat kita gunakan

Menghapus data pada cd

# umount /media/cdrom

# cdrecord dev=/dev/cdrom blank=fast

Burn iso ke dalam cd

# cdrecord –v –pad speed=1 dev=0,0,0 filename.iso

Membuat iso image dari cd

# umount /media/cdrom

# dd if=/dev/cdrom of=filename.iso bs=1024

Membuat iso image dari file-file yang di-copy-kan dari cd distro ke dalam harddisk

# mkisofs –o filename.iso /folder location/

Debian merupakan salah satu distro tertua dan terkenal cukup stabil serta dapat digunakan dalam berbagai platform. Platform di sini dimaksudkan media yang digunakan untuk menjalankan distro tersebut. Kita dapat menjalankan distro ini bisa dari hasil instalasi pada harddisk atau tanpa perlu menginstalasinya menggunakan media CD atau flash disk. Sehingga bagi yang ingin mencoba linux tanpa perlu menginstalasinya ke dalam harddisk dapat menggunakan media CD yang biasa disebut live CD, misalnya knoppix live cd atau ubuntu live cd. Atau yang ingin mencoba cita rasa flash disk dapat menggunakan damn small linux yang cuma berukuran 50 Mb.

Penjelasan di atas merupakan sebagian kecil keunikan distro-distro keluarga debian disamping penjelasan keunikan yang ingin saya fokuskan di sini.

Keunikan yang ingin saya fokuskan di sini adalah keunikan dalam hal login atau perintah yang digunakan untuk memasuki mode user root. Berikut keunikan-keunikan yang saya perhatikan pada distro debian beserta turunannya:

1. Sewaktu login menggunakan X11 atau melalui desktop XWindow kita tidak dapat menggunakan user root apalagi password root, emang gak bisa diterima sama sekali.

2. Secara default, password root sama dengan password user.

3. Perintah yang digunakan untuk memasuki mode root melalui shell command, bisa 2 model:

% sudo -s (standar debian beserta kroninya)

% su – (biasanya digunakan keluarga red hat beserta kroninya tapi bisa juga digunakan oleh debian beserta keluarganya)

4. Menunjuk pada point 3, yang pada dasarnya memiliki password yang sama, kita dapat menciptakan password 2 password sesuai perintah masing-masing. Yang saya ketahui, kita tidak dapat mengganti password untuk perintah sudo, jadi kita ganti pada saat penggunaan perintah su. Jadi pada saat login sebagai root menggunakan perintah sudo… memiliki password yang berbeda dengan apabila kita login root menggunakan perintah su.. Format pembuatan password nya.

# passwd (enter) atau

# passwd -su (enter)

5. Kita dapat mengeksekusi perintah-perintah dalam mode root, tanpa harus berada dalam user root. Contohnya:

% sudo /etc/init.d/networking restart (enter)

Cukup demikian untuk sementara….. Laen kali kita sambung lagi…….. Ciau….

Nah… Ini persoalan yang sering dihadapi pemula di linux (-: , nyoba-nyoba linux, tapi windows gak dibuang alias dua OS dalam 1 komputer. Trus windows nya bermasalah ( kena virus, hang de el el) sehingga perlu diformat dan instalasi ulang. Instalasi ulang berjalan lancar dan windows pun kembali berjalan normal. Trus… masuk ke lingkungan linux gimana? Instalasi ulang linux nya???? capee deh… /-:

Sebenarnya gak perlu segitu putus asanya, masih ada jalan yang bisa kita tempuh tanpa perlu menvonis instalasi ulang. Yang sebenarnya terjadi, linux nya gak hilang, hanya saja bootloader yang saat ini kebanyakan distro menggunakan grub yang hilang. Jadi grub nya yang perlu kita instalasi ulang, gak perlu seluruh linux nya.

Untuk keperluan ini, perangkat yang perlu kita siapkan:

1. KNOPPIX live cd, berfungsi mengecek lokasi kernel yang digunakan untuk proses boot pada linux. Disamping itu mengecek keberadaan file stage1 atau stage2 dan menu.lst yang biasanya berada pada directory grub. Atau pada kubuntu 6.06 berada pada /boot/grub/

2. System Rescue CD 0.3.5 yang iso nya bisa di download di internet. Atau bisa juga menggunakan cd bonus majalah infolinux edisi Juli 2007

Cukup 2 itu saja yang perlu disiapkan, disamping setting first boot pada bios berada pada cdrom dan cdrom bisa bekerja dengan baik. (-:

Untuk praktek ini saya mencoba mengembalikan grub pada distro kubuntu 6.06 dan seharusnya bisa bekerja pada distro-distro lain.

Langkah 1

Gunakan knoppix live cd untuk mengecek keberadaan direktory boot. File-file yang harus dipastikan keberadaannya yaitu stage1 atau stage2 serta menu.lst. Khusus untuk file menu.lst, harus dibuka dan dicek isinya terus catat. Misalnya pada praktek ini script yang harus dicatat yaitu:

kernel /boot/vmlinuz-2.6.15-23-386

Cukup itu saja, reboot komputernya dan ganti cd nya menggunakan system rescue CD.

Langkah 2

Boot menggunakan system rescue CD. Tunggu hingga selesai loading. Pada saat tampilan shell command udah ready, ketikkan:

% grub (enter)

grub > find /boot/grub/stage1 (enter)

grub > root (hd0,2) (enter) /* dari hasil deteksi file boot di atas, grub berada pada hd0 pada partisi 2 */

grub > setup (hd0) (enter)

grub > kernel /boot/vmlinuz-2.6.15-23-386 (enter)

grub> boot (enter)

% reboot

Ok, udah selesai…. Tinggal di cek udah bs login ke linux atau belum..

Saya gak tau ide ini udah usang ato masih laku dipake, mengingat masyarakat sekarang udah banyak yang make windows vista. Tapi gak apa-apa lah, demi semangat membagi ilmu saya coba salurkan apa yang saya bisa.

Untuk keperluan ini bahan-bahan yang perlukan, yaitu:

1. Program Windows xp yang udah berada di dalam cpu ato harddisk

2. File smartdrv.exe yang bisa diperoleh dari windows 98 ato windows Millenium edition (Me)

3. Sebuah bootable ato startup yang berisi program Disk Operating System (DOS)

Ok, apabila bahan-bahan sudah disiapkan, kini tinggal cara meraciknya.

Langkah pertama boot pc dengan startup ato bootable sampai bisa masuk ke program DOS. Sebaiknya di dalam bootable tersebut udah dimasukin program smartdrv.exe (tinggal copy, truss paste di dalam disc bootable ato disket startup).

Sesudah A prompt muncul (A:\>) barulah kita menjalankan instruksi berikutnya. Dimisalkan program windows xp berada di drive D, maka pindahkan dulu posisi A prompt ke D prompt.

A:\>D: (enter)

D:\>cd windows_xp(enter)

D:\windows_xp>cd i386(enter)

D:\windows_xp\i386>winnt(enter)

Ada sedikit catatan tambahan yang terlewatkan dari penjelasan di atas. Untuk keperluan ini file yang kita butuhkan yaitu winnt.exe yang berada di dalam folder i386. Instalasi windows xp tidak sama seperti instalasi windows-windows versi sebelumnya (windows 9x dan win Me) yang mengandalkan file setup.exe.

Ok, sesudah sedikit interupsi kita lanjutkan pembahasan kita. Sesudah kita menekan enter untuk perintah winnt, selanjutnya monitor akan menampilkan kotak dialog yang menyatakan lokasi winnt tersebut. Kita tak perlu mengeditnya, tinggal tancap gas tekan enter lagi.

Berikutnya….. nah, ini butuh sedikit perhatian… akan muncul pesan di monitor, kita akan menginstal windows tanpa smartdrv ato dengan smartdrv? Juga dengan sedikit pesan-pesan.

Lalu jadi pertanyaan, untuk apa sih fungsi smartdrv? setau saya seh (ato lebih jelasnya tanya uncle google), smartdrv itu berfungsi seperti cache yang berarti menyimpan copyan file-file windows ke dalam memory sehingga pada saat proses pengambilan kembali file-file tersebut untuk proses instalasi windows lebih cepat, sehingga proses instalasi windows sedikit lebih cepat.

Kita dapat saja menginstalasi windows tanpa menggunakan smartdrv, tapi terasa lebih cepat kalo kita menggunakan smartdrv.exe

Untuk mengaktifkan program ini, cukup gampang. Tinggal ketik smartdrv.exe, udah selesai. Jadi sebaiknya program diaktifkan terlebih dahulu, baru dilanjutkan menyusuri program windows xp nya.

Cara mengaktifkannya (asumsi program tersebut berada dalam cd bootable ato disk startup)

A:\>smartdrv.exe

A:\>_

Klo semua langkah udah diikuti, tinggal instalasi windows xp seperti biasa….. next…next…

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!